Suarkalsel, Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama masyarakat di Masjid Jami Miftahul Huda, Desa Wonorejo, Kecamatan Satui, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat setempat yang memadati masjid hingga waktu berbuka puasa. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi warga secara langsung.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Eryanto Rais menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Kecamatan Satui. Ia menilai antusiasme warga mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, Safari Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yang tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Pemerintah, ujarnya, bukan hanya penyelenggara pemerintahan, tetapi bagian dari keluarga besar masyarakat Tanah Bumbu.
Ia menegaskan pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga kepedulian sosial dan keberpihakan kepada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lanjut usia.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah menyerahkan santunan kepada penyandang disabilitas dan lansia di Kecamatan Satui. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan.
Selain itu, Pemkab Tanah Bumbu juga menyerahkan bantuan hibah untuk Masjid Jami Miftahul Huda Desa Wonorejo sebagai dukungan terhadap pengembangan sarana dan prasarana ibadah. Bantuan untuk kaum masjid turut diserahkan guna menunjang operasional serta meningkatkan aktivitas keagamaan di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan permakanan secara simbolis kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari program perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Melalui Safari Ramadan 1447 Hijriah ini, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kerukunan. Sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan warga dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan menuju Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab.
