Suarkalsel, Balangan – Transformasi digital dalam tata kelola administrasi sekolah mulai diterapkan di SDN Dahai, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan. Sekolah dasar yang berada di wilayah pinggiran tersebut resmi meninggalkan sistem kearsipan manual dan beralih ke pengelolaan surat masuk dan keluar secara digital terpadu.
Langkah inovatif ini diinisiasi Kepala SDN Dahai, Hairani, sejak ia resmi menjabat terhitung mulai 14 Oktober 2025. Sebelumnya, Hairani bertugas di SDN Paringin 2, sekolah dengan jumlah rombongan belajar dan siswa yang relatif besar.
Pengalaman memimpin sekolah besar tersebut mendorongnya menghadirkan pembaruan di tempat tugas yang baru. Ia menilai sistem pengarsipan fisik yang selama ini digunakan di banyak sekolah daerah berisiko hilang atau rusak, sehingga perlu solusi berbasis teknologi melalui agenda surat digital.
“Sekarang ini, fokus kami tidak hanya terpaku pada digitalisasi pembelajaran saja, namun juga sangat perlu melakukan digitalisasi di bidang administrasi, seperti surat-menyurat ini,” ujar Hairani, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, pengarsipan digital memudahkan pencarian dokumen yang dapat dilakukan dalam hitungan detik melalui gawai maupun laptop. Selain efisien, sistem ini juga menjaga keutuhan dokumen dalam jangka panjang.
Ia menambahkan, langkah tersebut menjadi solusi transisi sebelum sekolah-sekolah sepenuhnya terintegrasi dengan aplikasi nasional seperti SRIKANDI.
Hairani juga mengungkapkan bahwa keberhasilan penerapan sistem ini didukung jaringan internet di lingkungan sekolah yang cukup stabil. Infrastruktur tersebut dimaksimalkan untuk memastikan sistem administrasi berbasis web berjalan lancar.
Inovasi SDN Dahai diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Balangan dan sekitarnya. Dengan kemauan, keterbukaan terhadap teknologi, serta dukungan infrastruktur, layanan administrasi pendidikan di daerah dinilai mampu berkembang dan bersaing lebih maju.
