Suarkalsel, Balangan – Sebanyak 126 usulan pembangunan dari desa-desa di Kecamatan Lampihong disepakati dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tahun 2026 sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Balangan Tahun 2027.
Musrenbang yang digelar di Kecamatan Lampihong, Senin (2/2/2026), merupakan tahapan lanjutan dari proses perencanaan pembangunan yang dimulai sejak rembuk rencana masyarakat desa, Musrenbang desa, hingga pra-Musrenbang kecamatan.
Camat Lampihong Mariani menjelaskan, dari total 135 usulan yang masuk, sebanyak 126 usulan dinyatakan lolos untuk dibahas lebih lanjut. Sementara sebagian usulan lainnya telah direalisasikan pada tahun 2025 oleh sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
“Pada Musrenbang kecamatan kali ini terdapat 135 usulan, dan sebanyak 126 usulan kami luluskan untuk dibahas lebih lanjut. Beberapa usulan juga sudah direalisasikan pada tahun 2025,” ujarnya.
Mariani menambahkan, pihak kecamatan mendorong para kepala desa untuk menyesuaikan kembali usulan yang telah terealisasi pada tahun 2026 agar fokus pada penguatan dan penambahan sarana prasarana yang masih dibutuhkan pada tahun 2027.
Ia berharap usulan yang diajukan, khususnya di bidang infrastruktur, mampu mendorong peningkatan perekonomian serta menjawab kebutuhan mendesak masyarakat desa di Kecamatan Lampihong.
Berdasarkan hasil pembahasan Musrenbang, usulan pembangunan masih didominasi sektor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Perkim. Selain itu, usulan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) juga cukup menonjol, terutama terkait pembangunan jalan usaha tani dan jalan produksi.
Sementara itu, Kepala Desa Pimping Abdul Gani menyampaikan sejumlah usulan prioritas dari desanya yang dinilai sangat mendesak. Di antaranya pembangunan jembatan di RT 1, RT 2, dan RT 3 yang menghubungkan Desa Pimping dengan Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
“Kami juga mengusulkan perbaikan jalan cor di RT 3 yang sebelumnya dilaksanakan melalui karya bakti tahun 2024, serta pembangunan bokal pit di tiga titik di RT 3. Usulan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Abdul Gani, pembangunan jembatan dan infrastruktur pendukung lainnya memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, terutama untuk memperlancar distribusi dan perdagangan kebutuhan sandang serta pangan.
