Suarkalsel, Tanah Bumbu – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) dan Haul Hj Wardatul Wartiah, Kamis (1/1/2026), di Masjid Agung Al-Falah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah nasional Ustadz Abdul Somad. Ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu dan sekitarnya memadati halaman Masjid Agung Al-Falah hingga meluber ke ruas jalan sekitar masjid.
Peringatan Isra Mi’raj dan haul ini turut dihadiri keluarga besar Andi Syamsuddin Arsyad, para tokoh masyarakat, alim ulama, habaib, serta majelis taklim. Suasana khusyuk terasa sejak acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan shalawat Nabi Muhammad SAW.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj dan haul para ulama menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah islamiyah serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dan para alim ulama. Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkokoh nilai keimanan, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat yang religius, rukun, dan saling menghormati, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Abdul Somad yang disambut antusias oleh ribuan jamaah. Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menekankan pentingnya menjaga shalat sebagai inti dari peristiwa Isra Mi’raj.
Ia menyampaikan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan perintah langsung dari Allah SWT tentang kewajiban shalat. Menurutnya, kualitas shalat menjadi cerminan kualitas kehidupan seorang muslim.
Selain itu, Ustadz Abdul Somad juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua dan menghormati guru. Ia menegaskan bahwa haul merupakan bentuk mengenang jasa, mendoakan para ulama dan orang tua yang telah wafat, sekaligus menanamkan nilai keteladanan kepada generasi penerus.
